Tiga Model Santri

 Bukankah begitu banyak anak lain di luar sana;

* Orangtuanya mampu, pengen anaknya mondok, tapi anaknya tidak mau 

* Orangtuanya tidak mampu, pengen anaknya mondok, anaknya juga mau, tapi tidak mampu mondok.


Santri yang mau mondok, berarti termasuk orang-orang pilihan Allah.

Mereka telah diberi karép dan kerasan di pondok. 


Adapun proses untuk *MENJADI BAIK* itulah yang berbeda-beda. Sebagaimana kodratnya manusia, santri juga begitu 》

1. ظالم لنفسه 

Sudah mendapat kesempatan mondok, berbuat baik, lautan ilmu di depan mata, tapi ya gitu. Jenis orang ini tidak mengambil kesempatan dan peluang dengan sebaik-baiknya. Malah enak-enakan, gak peduli. 


Sudah dinasihati, dituturi, dihukum, tetap saja. Ya memang bawaannya begitu.

Kita sebagai pembina, ya bertugas semaksimal mungkin. Karena tugas kita basyīran wa nadzīran.

بشيرا و نذيرا  


1. مقتصد 

Model tengah-tengah.

Kadang apik, kadang mbeler. 

Kadang semangat ibadah dan kegiatan.

Kadang ya malas-malasan.


Tugas kita, memberi pujian jika dia berbuat baik. Dan memberi nasihat dan pengingat jika berbuat salah. 


3. سابق بالخيرات 

Santri model selalu terdepan dalam kebaikan.

Tugas kita memberi support, dukungan, pujian, dan memfasilitasi agar terus berkembang dan meningkat dari segi keilmuan dan karakter kebaikannya.

Begitulah, kang.

Ibarat seorang santri.

Di mana-mana mesti ada yang bikin ngeselin. Selalu ada yang model "mbeler".

Yang terpenting, sebagai guru ya tetap tidak boleh berhenti menasihati kebaikan. 

Selalu mendoakan yang baik untuk masa depannya.


Jangan sampai keluar doa buruk dari kita sebagai guru.


Wallahu a'lam

Comments